Cara Mendirikan PT

Cara mendirikan PT terbilang mudah bagi mereka yang sudah memiliki pengalaman sebelumnya. Tetapi menjadi tantangan tersendiri khususnya bagi pelaku usaha baru yang akan mendirikan perusahaan.

Tetapi tenang saja, kali ini Pediansa akan memberi informasi terkait cara mendirikan perusahaan berbentuk PT. Semua prosedurnya dirangkum dalam 6 langkah mudah mendirikan PT.

Daftar Isi

Syarat Dokumen Mendirikan PT

Semakin majunya perekonomian di Indonesia dapat kita lihat dari menjamurnya perusahaan baru seperti PT. Sebelum kamu mendirikan PT, baiknya persiapkan dokumen yang menjadi persyaratannya.

Dokumen yang harus disiapkan sebelum mengajukan pendirian PT adalah:

  • Fotokopi KTP, KK, dan NPWP milik direktur/ komisaris/ pengurus perusahaan
  • Fotokopi KTP, KK, dan NPWP pemegang saham
  • Fotokopi surat kontrak/ sewa kantor (jika tempat usaha sewa), atau bukti kepemilikan tempat usaha
  • SITU atau surat keterangan domisili
  • Fotokopi PBB tahun terbaru tempat usaha
  • Foto kantor tampak dalam dan luar
  • Kantor dinyatakan berada di zonasi perkantoran/ komersial/ campuran.

Langkah Mudah Mendirikan PT

Setelah semua dokumen di atas disiapkan, barulah kamu bisa mengajukan permohonan pendirian PT, dengan menjalani 6 langkah berikut ini:

1. Cek dan Booking nama di Notaris

Sebelum kamu datang ke notaris, sebaiknya sudah menyiapkan nama perusahaan terlebih dahulu. Karena notaris kemudian akan mengecek di sistem AHU.

Pengecekan pada sistem untuk mengetahui apakah nama yang diajukan bisa digunakan atau sudah ada perusahaan lain yang menggunakannya.

Apabila ternyata nama perusahaan belum digunakan, kemudian nama tersebutlah yang akan di booking sebagai nama perusahaan kamu.

Baca juga : Perbedaan CV dan PT

2. Notaris Membuat Draft Akta

Dengan nama yang telah disepakati dan dicek sebelumnya, kemudian notaris akan membuat draft akta perusahaan berdasarkan data yang kamu berikan.

Adapun data perusahaan meliputi nama PT, tempat dan kedudukan, maksud dan tujuan, modal perusahaan dan kepemilikan saham, serta struktur kepengurusan perusahaan.

Draft akta perusahaan tersebut kemudian akan diserahkan kepada pemilik perusahaan untuk dicek dan dipelajari isinya.

Kamu sebagai pemilik perusahaan akan diberi waktu untuk mengoreksi isi dari draft akta tersebut. Setelah dicek, jika butuh revisi maka akan segera dilakukan notaris. Tetapi jika tidak, maka draft akta tersebut akan diproses ke tahap selanjutnya.

3. Finalisasi dan Penandatanganan Akta

Draft yang sudah dicek sebelumnya, kemudian akan dilakukan finalisasi, dan pemilik perusahaan diminta untuk menandatangani akta tersebut di hadapan notaris.

Setiap pemegang saham wajib hadir menandatangani akta. Apabila ada pemegang saham yang tidak dapat hadir, maka pemegang saham bisa memberikan kuasa tertulis kepada pihak lain untuk menggantikannya.

Sementara pengurus perusahaan tidak diwajibkan hadir dan juga tidak terlibat dalam proses tanda tangan, kecuali pengurus perusahaan juga menjabat sebagai pemegang saham.

Setelah proses penandatanganan, notaris akan menduplikat akta perusahaan, dan mendaftarkannya ke Kemenkumham. Pihak pemilik perusahaan akan mendapat salinan dan surat keputusan Kemenkumham.

4. Pengurusan NPWP dan SKT Perusahaan

Notaris kemudian akan mendaftarkan NPWP perusahaan kamu ke KPP domisili, dan juga mendaftarkan SKT atau Surat Keterangan Terdaftar.

Umumnya, KPP akan mengecek data penanggung jawab pada NPWP perusahaan, termasuk status NPWP sudah diperbaharui serta terkait tunggakan pajak.

Jika data pribadi atau laporan pajak yang tertunda tidak dilaporkan, maka akan menghambat proses pengurusan NPWP perusahaan.

5. Pendaftaran NIB

Selain mendaftarkan NPWP dan SKT Perusahaan, kamu sebagai pemilik perusahaan juga harus mendaftarkan NIB atau Nomor Induk Berusaha.

NIB adalah nomor pengenal untuk tiap pelaku usaha. Fungsinya sebagai pengganti TDP, API, NIK, dan RPTKA.

Nomor Induk Berusaha ini juga bermanfaat sebagai syarat pengurusan surat izin usaha lainnya yang terkait dengan perusahaan yang kamu jalankan.

Adapun pendaftaran NIB ini dapat dilakukan melalui sistem OSS (Online Single Submission). Saat membuka sistem tersebut, kamu dapat memilih bidang usaha yang dijalani sehingga NIB akan sesuai dengan jenis perusahaan kamu.

6. Mengajukan Izin Usaha dan Izin Komersial

Apabila pendaftaran NIB sudah berhasil, kamu dapat mengajukan izin usaha dan izin komersial. Adapun izin usaha ini untuk menggantikan SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan).

Prosedurnya, kamu mengajukan izin usaha terlebih dahulu. Kemudian baru mengajukan izin komersial.

Nah, izin komersial ini fungsinya untuk pelaku usaha atau badan usaha dengan bidang kegiatan operasionalnya membutuhkan izin khusus.

Seperti perusahaan yang melakukan produksi makanan atau obat-obatan. Dengan memiliki izin usaha berkaitan dengan perusahaan yang dijalankan, maka kamu dapat berkegiatan usaha dengan aman karena telah tercatat di negara.

Manfaat mendirikan PT

PT (Perseroan Terbatas) adalah salah satu badan usaha yang banyak didirikan pelaku bisnis di Indonesia. PT sangat populer dibanding badan usaha lainnya. Adapun manfaat mendirikan PT sebagai perusahaan kamu adalah sebagai berikut :

Harta Pribadi Lebih Aman

Kewajiban kamu pada perusahaan tersebut hanyalah sebatas modal yang disetorkan. Sehingga jika PT mengalami kerugian, maka harta pribadi kamu tidak tersentuh oleh kerugian perusahaan.

Mudah Mengalihkan Kepemilikan

Kepemilikan pada PT adalah berbentuk saham, sehingga jika kamu adalah pemegang saham dan ingin menjualnya, kamu dapat dengan mudah memindahtangankan saham tersebut.

Tidak Terbatas Waktu

Berdasarkan undang-undang yang berlaku, sebuah PT tetap dinyatakan aktif atau berlaku selama perusahaan berdiri.

Yakni selama masih beroperasi, meskipun pemilik atau manajemennya berhenti atau meninggal dunia, karena dapat dilanjutkan dengan pemegang saham lainnya.

Mudah Memperoleh Dana

Dalam menjalankan usaha terkadang kamu butuh suntikan dana besar sebagai modal, karena badan usaha berbentuk PT, maka kamu dapat dengan mudah mendapatkan dana besar dari lembaga keuangan atau pihak ke tiga.

Cara mendirikan PT cukup mudah dengan 6 langkah yang sudah dipaparkan di atas.

Sebelum kamu mengajukan permohonan pendirian PT, sebaiknya lengkapi dokumen persyaratan yang diminta. Mendirikan PT banyak dipilih pelaku usaha karena dinilai lebih menguntungkan.

Leave a Comment